SEMBELIT
Sembelit merupakan kondisi di mana frekuensi buang air besar (BAB) tidak lancar dan kondisi feses (kotoran) yang keras dan kering. Akibatnya, feses sulit dikeluarkan atau ketika dikeluarkan menimbulkan rasa nyeri. Sembelit terjadi karena adanya perlambatan pergerakan feses pada usus besar, faktor umur, pola makan, dan kebiasaan si anak sendiri.
"Feses merupakan produk akhir metabolisme yang harus dibuang. Apabila tetap ada di usus besar, zat tertentu dalam feses itu dapat meracuni tubuh. Makin lama di dalam usus besar, akan menyerap air, sehingga tinja makin keras dan makin sulit dikeluarkan," ungkap Hindra.
Tanda-tanda:
Anak rewel karena perut menjadi tak nyaman, biasanya perut agak membesar dan keras bila ditekan. Tidak BAB selama beberapa hari atau jika BAB, fesesnya keras dan kering. Gejala lain, meliputi rasa nyeri di anus saat BAB, kram perut, mual, muntah, dan berat badan menjadi turun.
Pencegahan:
Makanan harus cukup mengandung serat
Gerak badan/berolahraga secara teratur
Cukup minum
Sebisa mungkin mengurangi konsumsi obat-obatan yang menyebabkan konstipasi (sembelit)
Larang anak menahan buang air besar
Biasakan pup secara teratur.
Penanganan:
Dengan menggunakan obat-obatan, baik yang secara oral (dari mulut) maupun anal (dari anus).
Selasa, 28 April 2009
kelebihan kadar gula bagi tubuh
Diperkirakan penderita diabetes saat ini mencapai 230 juta, dan akan meningkat 2 kali lipat dalam 20 tahun mendatang. Di Asia yang awalnya masih sedikit penderita diabetesnya, sekarang meningkat seiring perubahan pola makan meniru gaya orang barat, tinggi lemak, miskin serat.
Bagi yang mempunyai garis keturunan diabetes harus lebih waspada dalam mencermati kadar gula darah dan bila menemukan hal-hal yang mengarah pada kemungkinan diabetes jauh hari sebelum penyakit itu sendiri muncul.
Secara umum, agar terhindar dari diabetes, langkah awal yang harus dilakukan adalah mencermati kadar gula dalam darah agar selalu berada pada batas baik. Kadar gula darah diukur dengan tingginya kadar glukosa puasa dan 2 jam paska puasa.
Kadar glukosa puasa 80 - 100 baik, 101 - 125 sedang, dan >= 126 buruk
Kadar glukosa 2 jam paska puasa: 80 - 144 baik, 145 - 179 sedang, dan >= 180 buruk
Berikut beberapa simptom kelebihan kadar gula darah atau diabetes yang perlu dicermati adalah:
1. Rasa haus yang tidak terpuaskan. Hal ini disebabkan glukosa berlebih yang beredar didalam tubuh menarik cairan dari jaringan yang menyebabkan dehidrasi
2. Buang air kecil meningkat. Untuk mengatasi rasa haus karena diabetes, penderita cenderung minum lebih banyak cairan, yang mengakibatkan frekuensi buang air kecil meningkat.
3. Nafsu makan berlebihan. Dalam jangka panjang, hal ini bisa menyebabkan kenaikan berat badan dah bahkan obesitas.
4. Berat badan turun naik turun. TKenaikan berat badan akibat bertambahnya nafsu makan kadang tidak stabil, yang berarti meski nafsu makan bertambah tapi berat badan menurun, dan kemudian naik kembali dengan tidak teratur tanpa diketahui penyebabnya.
5. Pandangan kabur. Glukosa dalam darah tinggi juga akan menarik cairan dari mata. Bila tidak diatasi dalam waktu lama akan menyebabkan kebutaan
6. Simptom seperti flu. karena glukosa itu bahan bakar, maka jika sel tidak mendapat pasokan glukosa yang cukup, penderita akan merasa lemah, lekas lelah, cepat mengantuk, dan mudah marah. Sehingga tidak jarang kita temui kolega kita yang mengidap diabetes tertidur dikantor.
7. Luka lama sembuh. Diabetes mengganggu kemampuan sistem imun untuk menyembuhkan luka dan memar
8. Sering infeksi. Saat sistem imun terganggu tubuh akan mudah terserang infeksi. Bagi kaum hawa harus mewaspadai infeksi di vagina dan kandung kemih yang sangat mudah terganggu.
9. Gusi merah, bengkak, dan sakit. Peningkatan risiko infeksi bisa mengenai gusi dan tulang yang menyangganya yang bisa menyebabkan gusi menjauh dari gigi maupun menyebabkan gigi tanggal.
10 Kulit kering dan gatal. Karena kadar gula darah tinggi dan sirkulasinya jelek, kulit kehilangan kelembapannya, menjadi kering dan gatal bahkan kalau digaruk bisa terjadi iritasi kulit.
11 Baal atau terasa seperti disengat pada lengan dan tungkai. Bila kelebihan glukosa menyerang saraf tepi akan menyebabkan rasa seperti tersengat, kehilangan rasa atau rasa panas di tangan, lengan, tungkai atau kaki. Semakin tinggi kadar gula darah, keluhan ini juga akan semakin sering terjadi.
Apakah orang yang kena diabetes bisa sembuh? Bisa.
Ibunda kolegaku ketika ketahuan kadar glukosanya tinggi langsung berpantang manis, tidak makan dan minum yang manis2. Diusianya yang 82 tahun masih segar bugar kecuali penglihatan yang mulai berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Tetapi pasti sulit bagi kita-kita ini yang banyak “godaan” makan enak untuk puasa dan menghindari yang manis-manis. Tetapi riset menunjukkan diabetes mampu dicegah dan bahkan membalikkan diabetes menjadi sehat dengan perubahan gaya hidup sehat. Sehingga meski sulit dilakukan, kita wajib berupaya untuk bisa merubah gaya hidup yang tak beraturan menjadi gaya hidup sehat.
Hal-hal yang harus dilakukan untuk mencegah diabetes:
1. Makan diet rendah glikemik sehat yang terdiri dari banyak makanan tinggi serat. Hati-hati dengan pisang, karena pisang termasuk buah dengan kadar glikemik tinggi.
2. Menjaga intake lemak antara 25% - 30% dari kalori makanan harian. karena 80% lemak sudah diproduksi oleh tubuh kita sendiri.
3. Eliminasi lemak-lemak trans dan kurangi lemak jenuh sampai 10% atau kurang
4. Tingkatkan intake asam lemak omega3 dengan EPA dan DHA
5. Olah raga paling sedikit 30 menit per hari, bisa dilakukan pagi, sore ataupun malam tergantung luang waktu yang dimiliki
6. Makan sering dengan porsi kecil dan pilih makanan sehat
7. Pertahankan tekanan darah ideal
8. Jaga tingkat kolesterol sehat
9. Minum suplemen alamiah bukan buatan pabrik
10 Pertahankan berat badan ideal
Bagi yang mempunyai garis keturunan diabetes harus lebih waspada dalam mencermati kadar gula darah dan bila menemukan hal-hal yang mengarah pada kemungkinan diabetes jauh hari sebelum penyakit itu sendiri muncul.
Secara umum, agar terhindar dari diabetes, langkah awal yang harus dilakukan adalah mencermati kadar gula dalam darah agar selalu berada pada batas baik. Kadar gula darah diukur dengan tingginya kadar glukosa puasa dan 2 jam paska puasa.
Kadar glukosa puasa 80 - 100 baik, 101 - 125 sedang, dan >= 126 buruk
Kadar glukosa 2 jam paska puasa: 80 - 144 baik, 145 - 179 sedang, dan >= 180 buruk
Berikut beberapa simptom kelebihan kadar gula darah atau diabetes yang perlu dicermati adalah:
1. Rasa haus yang tidak terpuaskan. Hal ini disebabkan glukosa berlebih yang beredar didalam tubuh menarik cairan dari jaringan yang menyebabkan dehidrasi
2. Buang air kecil meningkat. Untuk mengatasi rasa haus karena diabetes, penderita cenderung minum lebih banyak cairan, yang mengakibatkan frekuensi buang air kecil meningkat.
3. Nafsu makan berlebihan. Dalam jangka panjang, hal ini bisa menyebabkan kenaikan berat badan dah bahkan obesitas.
4. Berat badan turun naik turun. TKenaikan berat badan akibat bertambahnya nafsu makan kadang tidak stabil, yang berarti meski nafsu makan bertambah tapi berat badan menurun, dan kemudian naik kembali dengan tidak teratur tanpa diketahui penyebabnya.
5. Pandangan kabur. Glukosa dalam darah tinggi juga akan menarik cairan dari mata. Bila tidak diatasi dalam waktu lama akan menyebabkan kebutaan
6. Simptom seperti flu. karena glukosa itu bahan bakar, maka jika sel tidak mendapat pasokan glukosa yang cukup, penderita akan merasa lemah, lekas lelah, cepat mengantuk, dan mudah marah. Sehingga tidak jarang kita temui kolega kita yang mengidap diabetes tertidur dikantor.
7. Luka lama sembuh. Diabetes mengganggu kemampuan sistem imun untuk menyembuhkan luka dan memar
8. Sering infeksi. Saat sistem imun terganggu tubuh akan mudah terserang infeksi. Bagi kaum hawa harus mewaspadai infeksi di vagina dan kandung kemih yang sangat mudah terganggu.
9. Gusi merah, bengkak, dan sakit. Peningkatan risiko infeksi bisa mengenai gusi dan tulang yang menyangganya yang bisa menyebabkan gusi menjauh dari gigi maupun menyebabkan gigi tanggal.
10 Kulit kering dan gatal. Karena kadar gula darah tinggi dan sirkulasinya jelek, kulit kehilangan kelembapannya, menjadi kering dan gatal bahkan kalau digaruk bisa terjadi iritasi kulit.
11 Baal atau terasa seperti disengat pada lengan dan tungkai. Bila kelebihan glukosa menyerang saraf tepi akan menyebabkan rasa seperti tersengat, kehilangan rasa atau rasa panas di tangan, lengan, tungkai atau kaki. Semakin tinggi kadar gula darah, keluhan ini juga akan semakin sering terjadi.
Apakah orang yang kena diabetes bisa sembuh? Bisa.
Ibunda kolegaku ketika ketahuan kadar glukosanya tinggi langsung berpantang manis, tidak makan dan minum yang manis2. Diusianya yang 82 tahun masih segar bugar kecuali penglihatan yang mulai berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Tetapi pasti sulit bagi kita-kita ini yang banyak “godaan” makan enak untuk puasa dan menghindari yang manis-manis. Tetapi riset menunjukkan diabetes mampu dicegah dan bahkan membalikkan diabetes menjadi sehat dengan perubahan gaya hidup sehat. Sehingga meski sulit dilakukan, kita wajib berupaya untuk bisa merubah gaya hidup yang tak beraturan menjadi gaya hidup sehat.
Hal-hal yang harus dilakukan untuk mencegah diabetes:
1. Makan diet rendah glikemik sehat yang terdiri dari banyak makanan tinggi serat. Hati-hati dengan pisang, karena pisang termasuk buah dengan kadar glikemik tinggi.
2. Menjaga intake lemak antara 25% - 30% dari kalori makanan harian. karena 80% lemak sudah diproduksi oleh tubuh kita sendiri.
3. Eliminasi lemak-lemak trans dan kurangi lemak jenuh sampai 10% atau kurang
4. Tingkatkan intake asam lemak omega3 dengan EPA dan DHA
5. Olah raga paling sedikit 30 menit per hari, bisa dilakukan pagi, sore ataupun malam tergantung luang waktu yang dimiliki
6. Makan sering dengan porsi kecil dan pilih makanan sehat
7. Pertahankan tekanan darah ideal
8. Jaga tingkat kolesterol sehat
9. Minum suplemen alamiah bukan buatan pabrik
10 Pertahankan berat badan ideal
Makanan manis bagi anak
VIVAnews – Coba sodorkan seporsi makanan lengkap empat sehat lima sempurna kepada si kecil saat makan malam. Mungkin ia akan memakannya dengan biasa saja. Tapi coba ganti sodorkan sebungkus cokelat atau es krim favorit mereka. Ia akan melahapnya dengan amat bersemangat.
Kondisi ini mungkin banyak membuat para orang tua bertanya-tanya. Bahkan tak jarang memarahi anaknya yang terlalu banyak mengkonsumsi makanan manis yang bisa merusak nafsu makan dan juga kesehatan gigi.
Tapi sebetulnya, kesukaan anak memakan yang manis-manis disebabkan oleh tulang mereka yang sedang tumbuh.
Sebuah penelitian membuktikan, bahwa anak-anak yang tumbuh lebih cepat cenderung suka menyantap makanan manis ketimbang anak-anak yang tumbuh dengan lambat.
Para peneliti memberikan air gula dan jus jeruk dengan tingkat kemanisan yang berbeda-beda kepada 143 anak berusia 11 hingga 15 tahun. Mereka kemudian mengelompokkan anak-anak tersebut ke dalam dua kelompok, yaitu grup anak yang sangat menyukai minuman manis dan kelompok anak yang tidak terlalu suka minuman manis.
Mereka menemukan bahwa anak yang memiliki tingkat biomarker (substansi yang digunakan sebagai indikator keadaan biologis) tertinggi untuk pertumbuhan tulang dalam air seni mereka adalah anak-anak yang menyukai minuman manis.
"Anak dalam masa pertumbuhan menggunakan banyak kalori, dan tubuh meresponnya, sehingga anak-anak membutuhkan dan menyukai makanan manis," kata Susan Coldwell, ketua tim peneliti University of Washington, Amerika Serikat.
Diubah jadi energi
Anak-anak memang menyukai makanan manis daripada orang dewasa. Para peneliti mempertanyakan apakah kesukaan itu bisa dijelaskan dengan faktor sosial atau biologis.
Apakah penyebab itu misalnya karena anak-anak tidak membatasi diri untuk menyantap banyak makanan, sedangkan orang dewasa membatasi diri. Atau, anak-anak tidak menghindari makanan cepat saji, sementara orang dewasa berusahan menghindari "makanan sampah" itu agar tubuh tetap langsing.
Banyak alasan mengapa anak-anak lebih memilih kue daripada sayur bayam. "Namun kecenderungan mereka mengonsumsi gula adalah karena tubuh muda mereka secara efisien mengubah gula menjadi energi sebagai bahan bakar pertumbuhan," terang Coldwell.
Hindari obesitas
Namun, apa yang harus dilakukan para orang tua agar anak-anak itu agar terhindar dari resiko obesitas akibat terlalu sering menyantap makanan manis?
Tawarkan buah kepada anak-anak. Buah mengandung gula tetapi bergizi dan berkalori rendah. Atau berikan sayuran dengan saus manis teriyaki. Nah, kalau anak-anak masih menolak makan sayuran tertentu, jangan putus asa untuk terus menawarkannya. Itu karena anak-anak perlu "mengenal" makanan itu selama 15 menit sebelum akhirnya menerimanya.
Orang tua juga harus ingat bahwa saatnya akan tiba di mana seorang anak akan melewatkan kembang gula tanpa harus diperingatkan orang tua. "Satu hal yang bisa dijadikan pegangan oleh para orang tua adalah bahwa kesukaan mereka terhadap rasa manis akan berkurang karena mereka akan melewati masa puber," kata Coldwell.
Kondisi ini mungkin banyak membuat para orang tua bertanya-tanya. Bahkan tak jarang memarahi anaknya yang terlalu banyak mengkonsumsi makanan manis yang bisa merusak nafsu makan dan juga kesehatan gigi.
Tapi sebetulnya, kesukaan anak memakan yang manis-manis disebabkan oleh tulang mereka yang sedang tumbuh.
Sebuah penelitian membuktikan, bahwa anak-anak yang tumbuh lebih cepat cenderung suka menyantap makanan manis ketimbang anak-anak yang tumbuh dengan lambat.
Para peneliti memberikan air gula dan jus jeruk dengan tingkat kemanisan yang berbeda-beda kepada 143 anak berusia 11 hingga 15 tahun. Mereka kemudian mengelompokkan anak-anak tersebut ke dalam dua kelompok, yaitu grup anak yang sangat menyukai minuman manis dan kelompok anak yang tidak terlalu suka minuman manis.
Mereka menemukan bahwa anak yang memiliki tingkat biomarker (substansi yang digunakan sebagai indikator keadaan biologis) tertinggi untuk pertumbuhan tulang dalam air seni mereka adalah anak-anak yang menyukai minuman manis.
"Anak dalam masa pertumbuhan menggunakan banyak kalori, dan tubuh meresponnya, sehingga anak-anak membutuhkan dan menyukai makanan manis," kata Susan Coldwell, ketua tim peneliti University of Washington, Amerika Serikat.
Diubah jadi energi
Anak-anak memang menyukai makanan manis daripada orang dewasa. Para peneliti mempertanyakan apakah kesukaan itu bisa dijelaskan dengan faktor sosial atau biologis.
Apakah penyebab itu misalnya karena anak-anak tidak membatasi diri untuk menyantap banyak makanan, sedangkan orang dewasa membatasi diri. Atau, anak-anak tidak menghindari makanan cepat saji, sementara orang dewasa berusahan menghindari "makanan sampah" itu agar tubuh tetap langsing.
Banyak alasan mengapa anak-anak lebih memilih kue daripada sayur bayam. "Namun kecenderungan mereka mengonsumsi gula adalah karena tubuh muda mereka secara efisien mengubah gula menjadi energi sebagai bahan bakar pertumbuhan," terang Coldwell.
Hindari obesitas
Namun, apa yang harus dilakukan para orang tua agar anak-anak itu agar terhindar dari resiko obesitas akibat terlalu sering menyantap makanan manis?
Tawarkan buah kepada anak-anak. Buah mengandung gula tetapi bergizi dan berkalori rendah. Atau berikan sayuran dengan saus manis teriyaki. Nah, kalau anak-anak masih menolak makan sayuran tertentu, jangan putus asa untuk terus menawarkannya. Itu karena anak-anak perlu "mengenal" makanan itu selama 15 menit sebelum akhirnya menerimanya.
Orang tua juga harus ingat bahwa saatnya akan tiba di mana seorang anak akan melewatkan kembang gula tanpa harus diperingatkan orang tua. "Satu hal yang bisa dijadikan pegangan oleh para orang tua adalah bahwa kesukaan mereka terhadap rasa manis akan berkurang karena mereka akan melewati masa puber," kata Coldwell.
membaca sambil berbaring
Benarkah kebiasaan membaca sambil tiduran ada hubungannya dengan gangguan mata minus ?
“Bukan posisi membacanya yang sebenarnya menyebabkan mata rusak, tetapi lampu yang menerangi tulisan,” jelas dr. Saman dari RS Mata Prof. Dr. Isak Salim Aini, Jakarta. “Jadi, tidak ada hubungan antara posisi tidur sambil membaca dan timbulnya kelainan mata.”
Pada posisi membaca sambil duduk, lampu yang menerangi biasanya datang dari atas, sehingga posisi membaca demikian ini dinilai paling baik. Namun, tidak ada salahnya mengingatkan anak anak, atau siapa pun, untuk tidak membaca sambil tiduran, apalagi kalau penerangan lampu tidak cukup.
Untuk keperluan membaca, atau juga melakukan pekerjaan tangan yang rumit seperti menisik, menjahit, melukis, dsb., disarankan menggunakan penerangan dengan bola lampu susu 40 watt. Sebaiknya sinarnya di pusatkan ke objek bacaan atau pekerjaan yang dilakukan.
“Bola lampu susu tidak silau karena ada filternya. Sedangkan lampu neon tidak disarankan karena sinarnya berupa getaran,” tutur dr. Saman. Lampu duduk dengan bohlam 60 watt dinilai terlalu terang, sebaliknya di bawah 40 watt terlalu redup. Kurangnya penerangan yang cukup menyebabkan kerja Otot terlalu berat sehingga mata mudah lelah dan pedih, dan ini mempercepat timbulnya kelainan miopia (rabun jauh atau cadok) terutama pada seseorang yang punya bakat.
Dr. Saman menolak mitos bahwa pencegahan miopia (mata minus) atau hipermetropia (mata plus) bisa dilakukan dengan makan wortel.
Menurut ilmu kedokteran mata, itu tidak benar. “Wortel memang banyak mengandung vitamin A dan bagus untuk kesehatan, namun tidak untuk mencegah miopia,” tegasnya. BegitU pun air sirih yang dikatakan bagus untuk mencuci mata, sebenarnya sama saja fungsinya jika mencuci mata dengan air bersih atau boorwater (air suci hama pencuci mata).
Pengecekan untuk mengetahui apakah mata Anda masih normal atau tidak, bisa dilakukan sendiri secara sederhana di rumah. Anak yang matanya sering dikedip-kedipkan, digosok-gosok, atau dikerutkan, bisa dites penglihatannya dengan menyuruh dia membaca angka-angka kalender dari jarak tententu. Cara ini bisa pula dilakukan di sekolah bila guru mencurigai muridnya mempunyai kelainan mata.
Mereka yang hobi berenang sering mengalami mata merah setelah berenang. Hal itu tidak perlu dicemaskan karena akan pulih kembali dengan sendirinya. Mata merah demikian umumnya bukan akibat dari kemasukan bakteri, tetapi karena kaporit pada air kolam renang. Kaporit atau sabun justru mengandung anti septik.
Sementara itu jika Anda terserang penyakit mata merah akibat virus, atau lebih populer dengan belekan sebenarnya, menurut Raman, cukup diatasi dengan beristirahat saja. Biasanya setelah 3 hari akan sembuh dengan sendirinya karena air mata sudah mengandung antiseptik. Namun, belekan ini memang sangat menular, sehingga mereka yang tinggal bersama penderita hendaknya diberi pencegah berupa obat tetes mata yang mengandung antibiotik selama beberapa hari dan menjauh dari penderita.
Pengaruh gelombang elektromagnetik pada komputer atau televisi pun tidak berakibat buruk pada mata, selama tidak terjadi kebocoran magnet pada kedua perangkat tersebut yang bisa membahayakan retina mata. Namun jarak menonton televisi perlu dijaga, setidaknya tujuh kali lebar televisi.
Kalau Anda bekerja di depan komputer dan setelah beberapa saat mata terasa pedih atau capek, sebaiknya beristirahat sebentar barang 10 menit. Sementara beristirahat, pandangan mata sebentar diarahkan ke pemandangan yang jauh atau banyak pepohonan hijau agar terasa sejuk kembali.
Bila bangun pagi mata terasa capek atau pedih, cobalah teliti secara cermat apakah pada malam sebelumnya Anda terlalu lama membaca atau bekerja di depan televisi? Kalau demikian, sebenarnya tidak perlu cemas, sebab dengan cukup istirahat di malam berikutnya, mata Anda akan kembali sehat. Namun, dr. Raman mengingatkan, kalau tiba-tiba mata kita sakit, merah, atau pedih, dan sampai tiga hari keadaannya malah semakin parah, hendaknya segera ke dokter, agar kelaian atau penyakit dapat terdeteksi sedini mungkin. Sebelum ke dokter, untuk sementara mata bisa diberi obat tetes atau salep mata yang mengandung antibiotik.
Kapan perlu obat tetes ?
Menghadapi gangguan mata, sering kali timbul pertanyaan, apakah obat tetes mata yang diperjualbelikan di pasaran bisa menjamin mata dari serangan penyakit atau masuknya bakteri ?
Menurut dr. Saman, mata manusia sudah dilengkapi dengan sistem perlindungan yang baik, seperti bulu mata, alis mata, refleks kedip, serta air mata yang mempunyai susunan kimia tertentu yang tidak ada tandingannya. Karena itu, obat tetes diperlukan pada kondisi tertentu saja. Misalnya, pada penderita mata kering atau produksi air mata kurang karena faktor usia, penderita kelainan glaukoma (tekanan bola mata yang terlalu tinggi), terkena infeksi atau alergi.
Itu pun harus atas anjuran dokter mengingat ada obat tetes mata di pasar bebas yang mengandung zat penyempit, atau pengerut pembuluh mata (vasoconstriction). Obat ini dalam sekejap memang bisa menghilangkan merah mata akibat terkena debu atau kotoran. Namun, bila digunakan dalam waktu lama, bisa sebagai pencetus kelainan glaukoma terutama bagi mereka yang berbakat.
Ada pula obat tetes mata yang mengandung katalin, yang konon diklaim bisa menghambat kelainan katarak pun, sebenarnya kurang berfungsi. Cara satu-satunya mengobati katarak adalah dengan operasi.
Untuk menguji apakah mata kekurangan air atau tidak, biasanya dokter melakukan tes schilmer atau menggunakan semacam kertas plui (penyerap air) selama 5 menit. Kalau air mata yang terserap hanya 1 - 5 mm, berarti air mata dalam kondisi kurang. Di sinilah obat tetes air mata buatan (liar tears) diperlukan. “Ibarat sop yang kurang asin, tentu harus ditambah garam, bukan cabai atau gula. Jadi, pemakaian tetes mata harus tepat guna,” tegas dr. Saman.
Mata yang alergis dengan tanda-tanda seperti gatal, merah, dan ada kalanya keluar bintil-bintil kecil karena alergis terhadap debu atau serbuk tanaman, juga membutuhkan obat tetes mata yang bersifat disensitifisasi atau mencegah cetusan. Atau obat tetes antihistamin untuk menghilangkan gejala.
Sementara itu pemakaian boorwater yang juga dapat dibeli di apotek atau toko obat tidak dianjurkan digunakan secara rutin untuk mencuci mata. “Bila mata kelilipaan entah kemasukan pasir, bulu mata, atau debu, tidak perlu harus dicuci dengan boorwater. Dengan air bersih pun cukup,” kata dr. Saman.
“Bukan posisi membacanya yang sebenarnya menyebabkan mata rusak, tetapi lampu yang menerangi tulisan,” jelas dr. Saman dari RS Mata Prof. Dr. Isak Salim Aini, Jakarta. “Jadi, tidak ada hubungan antara posisi tidur sambil membaca dan timbulnya kelainan mata.”
Pada posisi membaca sambil duduk, lampu yang menerangi biasanya datang dari atas, sehingga posisi membaca demikian ini dinilai paling baik. Namun, tidak ada salahnya mengingatkan anak anak, atau siapa pun, untuk tidak membaca sambil tiduran, apalagi kalau penerangan lampu tidak cukup.
Untuk keperluan membaca, atau juga melakukan pekerjaan tangan yang rumit seperti menisik, menjahit, melukis, dsb., disarankan menggunakan penerangan dengan bola lampu susu 40 watt. Sebaiknya sinarnya di pusatkan ke objek bacaan atau pekerjaan yang dilakukan.
“Bola lampu susu tidak silau karena ada filternya. Sedangkan lampu neon tidak disarankan karena sinarnya berupa getaran,” tutur dr. Saman. Lampu duduk dengan bohlam 60 watt dinilai terlalu terang, sebaliknya di bawah 40 watt terlalu redup. Kurangnya penerangan yang cukup menyebabkan kerja Otot terlalu berat sehingga mata mudah lelah dan pedih, dan ini mempercepat timbulnya kelainan miopia (rabun jauh atau cadok) terutama pada seseorang yang punya bakat.
Dr. Saman menolak mitos bahwa pencegahan miopia (mata minus) atau hipermetropia (mata plus) bisa dilakukan dengan makan wortel.
Menurut ilmu kedokteran mata, itu tidak benar. “Wortel memang banyak mengandung vitamin A dan bagus untuk kesehatan, namun tidak untuk mencegah miopia,” tegasnya. BegitU pun air sirih yang dikatakan bagus untuk mencuci mata, sebenarnya sama saja fungsinya jika mencuci mata dengan air bersih atau boorwater (air suci hama pencuci mata).
Pengecekan untuk mengetahui apakah mata Anda masih normal atau tidak, bisa dilakukan sendiri secara sederhana di rumah. Anak yang matanya sering dikedip-kedipkan, digosok-gosok, atau dikerutkan, bisa dites penglihatannya dengan menyuruh dia membaca angka-angka kalender dari jarak tententu. Cara ini bisa pula dilakukan di sekolah bila guru mencurigai muridnya mempunyai kelainan mata.
Mereka yang hobi berenang sering mengalami mata merah setelah berenang. Hal itu tidak perlu dicemaskan karena akan pulih kembali dengan sendirinya. Mata merah demikian umumnya bukan akibat dari kemasukan bakteri, tetapi karena kaporit pada air kolam renang. Kaporit atau sabun justru mengandung anti septik.
Sementara itu jika Anda terserang penyakit mata merah akibat virus, atau lebih populer dengan belekan sebenarnya, menurut Raman, cukup diatasi dengan beristirahat saja. Biasanya setelah 3 hari akan sembuh dengan sendirinya karena air mata sudah mengandung antiseptik. Namun, belekan ini memang sangat menular, sehingga mereka yang tinggal bersama penderita hendaknya diberi pencegah berupa obat tetes mata yang mengandung antibiotik selama beberapa hari dan menjauh dari penderita.
Pengaruh gelombang elektromagnetik pada komputer atau televisi pun tidak berakibat buruk pada mata, selama tidak terjadi kebocoran magnet pada kedua perangkat tersebut yang bisa membahayakan retina mata. Namun jarak menonton televisi perlu dijaga, setidaknya tujuh kali lebar televisi.
Kalau Anda bekerja di depan komputer dan setelah beberapa saat mata terasa pedih atau capek, sebaiknya beristirahat sebentar barang 10 menit. Sementara beristirahat, pandangan mata sebentar diarahkan ke pemandangan yang jauh atau banyak pepohonan hijau agar terasa sejuk kembali.
Bila bangun pagi mata terasa capek atau pedih, cobalah teliti secara cermat apakah pada malam sebelumnya Anda terlalu lama membaca atau bekerja di depan televisi? Kalau demikian, sebenarnya tidak perlu cemas, sebab dengan cukup istirahat di malam berikutnya, mata Anda akan kembali sehat. Namun, dr. Raman mengingatkan, kalau tiba-tiba mata kita sakit, merah, atau pedih, dan sampai tiga hari keadaannya malah semakin parah, hendaknya segera ke dokter, agar kelaian atau penyakit dapat terdeteksi sedini mungkin. Sebelum ke dokter, untuk sementara mata bisa diberi obat tetes atau salep mata yang mengandung antibiotik.
Kapan perlu obat tetes ?
Menghadapi gangguan mata, sering kali timbul pertanyaan, apakah obat tetes mata yang diperjualbelikan di pasaran bisa menjamin mata dari serangan penyakit atau masuknya bakteri ?
Menurut dr. Saman, mata manusia sudah dilengkapi dengan sistem perlindungan yang baik, seperti bulu mata, alis mata, refleks kedip, serta air mata yang mempunyai susunan kimia tertentu yang tidak ada tandingannya. Karena itu, obat tetes diperlukan pada kondisi tertentu saja. Misalnya, pada penderita mata kering atau produksi air mata kurang karena faktor usia, penderita kelainan glaukoma (tekanan bola mata yang terlalu tinggi), terkena infeksi atau alergi.
Itu pun harus atas anjuran dokter mengingat ada obat tetes mata di pasar bebas yang mengandung zat penyempit, atau pengerut pembuluh mata (vasoconstriction). Obat ini dalam sekejap memang bisa menghilangkan merah mata akibat terkena debu atau kotoran. Namun, bila digunakan dalam waktu lama, bisa sebagai pencetus kelainan glaukoma terutama bagi mereka yang berbakat.
Ada pula obat tetes mata yang mengandung katalin, yang konon diklaim bisa menghambat kelainan katarak pun, sebenarnya kurang berfungsi. Cara satu-satunya mengobati katarak adalah dengan operasi.
Untuk menguji apakah mata kekurangan air atau tidak, biasanya dokter melakukan tes schilmer atau menggunakan semacam kertas plui (penyerap air) selama 5 menit. Kalau air mata yang terserap hanya 1 - 5 mm, berarti air mata dalam kondisi kurang. Di sinilah obat tetes air mata buatan (liar tears) diperlukan. “Ibarat sop yang kurang asin, tentu harus ditambah garam, bukan cabai atau gula. Jadi, pemakaian tetes mata harus tepat guna,” tegas dr. Saman.
Mata yang alergis dengan tanda-tanda seperti gatal, merah, dan ada kalanya keluar bintil-bintil kecil karena alergis terhadap debu atau serbuk tanaman, juga membutuhkan obat tetes mata yang bersifat disensitifisasi atau mencegah cetusan. Atau obat tetes antihistamin untuk menghilangkan gejala.
Sementara itu pemakaian boorwater yang juga dapat dibeli di apotek atau toko obat tidak dianjurkan digunakan secara rutin untuk mencuci mata. “Bila mata kelilipaan entah kemasukan pasir, bulu mata, atau debu, tidak perlu harus dicuci dengan boorwater. Dengan air bersih pun cukup,” kata dr. Saman.
Bahaya minum es setelah berolahraga
Kebiasaan meminum es setelah berolahraga memang sangat menyegarkan. Tapi, siapa sangka bila kebiasaan itu bisa merusak metabolisme tubuh. Saat minum, memang terasa segar. Namun, tak jarang setelah minum es ada yang merasa mual dan pusing, serta suhu badang menurun. Suhu minuman yang ideal sebaiknya agak dingin, sekitar 5-10 derajat C. Pasalnya, pada suhu tersebut, cairan mudah diserap sehingga keringat cepat digantikan. Jumlah air minum atau minuman yang dikonsumsi harus dalam jumlah yang cukup, tergantung pada intensitas latihan, cuaca, dan kelembaban. Minumlah sebelum, selama, dan setelah berolahraga. “Bila berolahraga pada pagi hari, minumlah air sebelum mulai berolahraga sebanyak 300 cc,” saran dr Irfanuddin SpKO. Bila menderita sakit mag, perlu ditambah dengan makan makanan ringan, seperti crackers misalnya. Tetap pula minum selama berolahraga, di antara waktu break atau istirahat. Misalnya, saat bermain tenis, minumlah pada waktu pergantian set.
Bila bersenam aerobik, manfaatkan waktu istirahat yang sebentar itu untuk minum. Demikian pula bila bersepeda. Bukankah biasanya ada tempat khusus untuk menempatkan botol minuman di sepeda? “Yang tidak boleh dilupakan adalah minum seusai berolahraga,” kata dokter kesehatan olahraga dari FK Unsri Palembang ini. Minumlah secukupnya sampai kira-kira suhu tubuh agak normal. Bila berolahraga cukup lama, antara 1-2 jam, minumlah hanya air putih. Namun, bila waktu berolahraga berlangsung lebih dari 2jam, dianjurkan untuk minum sport drink yang mengandung gula dan mineral, seperti kalsium, natrium, magnesium, klorida, dan lain-lain. Karena, kalau berolahraga cukup lama, banyak mineral dan gula yang terbuang sehingga perlu diganti kembali. Pada waktu berolahraga di udara panas dan lembap dan berlangsung lama (endurance sport) seperti balap sepeda jarak jauh, lari maraton, triatlon, dan lain-lain mutlak perlu minum lebih banyak. Minumlah sport drink agar mineral dan gula selalu cukup sehingga tidak cepat lelah. Satu hal yang perlu diperhatikan, pada saat melakukan olah raga endurance, seseorang tidak perlu menunggu sampai haus baru minum karena biasanya itu sudah terlambat. Jadi, meskipun belum merasa haus dan lapar, tetaplah makan dan minum. Minuman yang dianjurkan, air putih, sport drink dengan gula, misalnya 5 persen yang mengandung mineral-mineral yang cukup. Meminum air putih dengan metode yang benar akan memurnikan tubuh manusia.
Bila bersenam aerobik, manfaatkan waktu istirahat yang sebentar itu untuk minum. Demikian pula bila bersepeda. Bukankah biasanya ada tempat khusus untuk menempatkan botol minuman di sepeda? “Yang tidak boleh dilupakan adalah minum seusai berolahraga,” kata dokter kesehatan olahraga dari FK Unsri Palembang ini. Minumlah secukupnya sampai kira-kira suhu tubuh agak normal. Bila berolahraga cukup lama, antara 1-2 jam, minumlah hanya air putih. Namun, bila waktu berolahraga berlangsung lebih dari 2jam, dianjurkan untuk minum sport drink yang mengandung gula dan mineral, seperti kalsium, natrium, magnesium, klorida, dan lain-lain. Karena, kalau berolahraga cukup lama, banyak mineral dan gula yang terbuang sehingga perlu diganti kembali. Pada waktu berolahraga di udara panas dan lembap dan berlangsung lama (endurance sport) seperti balap sepeda jarak jauh, lari maraton, triatlon, dan lain-lain mutlak perlu minum lebih banyak. Minumlah sport drink agar mineral dan gula selalu cukup sehingga tidak cepat lelah. Satu hal yang perlu diperhatikan, pada saat melakukan olah raga endurance, seseorang tidak perlu menunggu sampai haus baru minum karena biasanya itu sudah terlambat. Jadi, meskipun belum merasa haus dan lapar, tetaplah makan dan minum. Minuman yang dianjurkan, air putih, sport drink dengan gula, misalnya 5 persen yang mengandung mineral-mineral yang cukup. Meminum air putih dengan metode yang benar akan memurnikan tubuh manusia.
bahayanya kelebihan minuman isotonik
Minuman isotonik semakin gencar menyerbu pasaran. Melalui iklan, produk ini dicitrakan mampu mengganti cairan tubuh yang hilang dalam waktu singkat. Di balik kesan kesegarannya, minuman isotonik dapat berbahaya apabila dikonsumsi sembarangan. Sebuah iklan minuman isotonik di televisi mengatakan, ion di dalam isotonik mampu menjaga kelembaban kulit dan tubuh lebih baik daripada air biasa. Iklan lain menyebutkan, kehilangan dua persen cairan tubuh akan menurunkan stamina dan konsentrasi. Dosen pada Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor, Fransiska Rungkat Zakaria, mengatakan, iklan produk isotonik sebagian menyesatkan masyarakat.
Di iklan, seolah-olah isotonik bisa diminum siapa saja dan dalam kondisi apa saja. Padahal, Fransiska mengingatkan, isotonik tidak bisa dikonsumsi sembarangan karena minuman ini mengandung garam natrium (NaCl). ”Coba perhatikan labelnya, pasti ada kandungan Na dan Cl nya,” tutur Fransiska. Ia menambahkan, minuman isotonik itu tidak lain adalah larutan garam. Oleh produsennya, larutan itu kemudian diberi tambahan zat lain, seperti vitamin.
Ion yang disebut-sebut sangat bermanfaat bagi tubuh sebenarnya juga tidak hanya terkandung pada isotonik. Setiap garam yang dilarutkan dalam air, kata Fransiska, pasti akan berubah menjadi ion Na dan ion Cl. ”Jadi, ion yang terkandung dalam sayur lodeh dengan ion dalam isotonik itu sama saja,” tutur Fransiska. Karena berisi garam, isotonik tidak boleh diminum sembarangan. Apabila berlebihan, kadar garam dalam tubuh akan menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi.
”Bila sudah kena hipertensi, tinggal menunggu saja bagian tubuh mana yang jebol duluan,” kata Fransiska. Dari makanan Apabila tubuh kita berkeringat, natrium dan klorida yang terkandung dalam cairan tubuh ikut keluar melalui pori-pori kulit. Jika kedua zat itu tidak digantikan, sel-sel tubuh kita lama-lama akan rusak dan mati.
Persoalannya, dari manakah zat natrium dan klorida itu diperoleh? Apakah harus dari minuman isotonik? Jawabannya, tidak. Menurut Fransiska, makanan yang kita konsumsi sehari-hari sudah cukup untuk menggantikan natrium dan klorida yang keluar bersama keringat. ”Setiap kali masak, kita selalu menggunakan garam. Itu sudah cukup untuk mengganti garam yang keluar dari tubuh. Bahkan berlebih,” papar Fransiska. Ia mengingatkan, dalam kondisi normal, tubuh orang dewasa hanya memerlukan 2,3 gram natrium per hari, sedangkan klorida hanya 50-100 mg.
Pada anak-anak, kebutuhan dua zat itu lebih sedikit dibandingkan dengan orang dewasa. Apabila kita memasak tanpa garam, kebutuhan natrium dan klorida juga sudah bisa dipenuhi dari bahan makanan. Ia mencontohkan, 1 ons daging merah mengandung 70 mg natrium, sementara setiap 10 ons nasi mengandung 10 mg natrium. Bahan makanan lain, seperti telur, daging ayam, kacang-kacangan, buah, dan sayur, juga mengandung natrium. ”Karena itu, pada kondisi normal, kita tidak perlu lagi mengganti cairan tubuh dengan isotonik,” kata Fransiska.
Fransiska mengingatkan, isotonik lebih cocok dikonsumsi atlet yang menggeluti olahraga berat. Pada atlet olahraga berat, kebutuhan sodium memang lebih tinggi dari orang biasa, yaitu 5-7 gram per hari. Meski begitu, sebaiknya dihitung lebih dulu apakah natrium dan klorida yang dibutuhkan atlet bersangkutan sudah cukup didapat dari makanan yang dikonsumsi. Bila masih kurang, boleh saja ditambah dengan isotonik.
Di negara maju, kata Fransiska, ada lembaga yang meneliti dan menghitung berapa jumlah natrium pada makanan yang dikonsumsi atlet. Hasilnya, menu makanan yang dihidangkan tiga kali sehari itu sudah mengandung 6 gram natrium. Mengecoh. Meski isotonik tidak boleh dikonsumsi sembarangan, beberapa iklan produk isotonik justru memakai model orang biasa (bukan atlet) sebagai konsumen isotonik.
Minuman isotonik itu juga ditenggak pada kondisi biasa saja, seperti terjebak macet yang tidak selalu identik dengan keluarnya ion-ion tubuh secara berlebihan. Bahkan disebutkan, tanpa menyebut kondisinya, isotonik lebih baik dari air biasa. Menurut Fransiska, iklan semacam itu sangat menyesatkan masyarakat. Produsen boleh saja menarik pembeli dengan iklan yang kreatif, tetapi dalam iklan juga harus dicantumkan informasi yang jelas, bukan informasi menyesatkan. Produsen seharusnya juga mencantumkan peringatan minuman itu mengandung garam. Agar konsumen bisa mengambil keputusan terbaik, harus disebutkan pula berapa jumlah garam yang dibutuhkan manusia per harinya. ”Memang produsen akan ribut. Kalau label itu diberlakukan, produk mereka tidak akan laku. Meski demikian, jangan karena kepentingan ekonomi, kesehatan masyarakat dipertaruhkan,” kata Fransiska.
Jadi, meski kelihatannya menyegarkan, hati-hati bila ingin mengonsumsi isotonik.
Di iklan, seolah-olah isotonik bisa diminum siapa saja dan dalam kondisi apa saja. Padahal, Fransiska mengingatkan, isotonik tidak bisa dikonsumsi sembarangan karena minuman ini mengandung garam natrium (NaCl). ”Coba perhatikan labelnya, pasti ada kandungan Na dan Cl nya,” tutur Fransiska. Ia menambahkan, minuman isotonik itu tidak lain adalah larutan garam. Oleh produsennya, larutan itu kemudian diberi tambahan zat lain, seperti vitamin.
Ion yang disebut-sebut sangat bermanfaat bagi tubuh sebenarnya juga tidak hanya terkandung pada isotonik. Setiap garam yang dilarutkan dalam air, kata Fransiska, pasti akan berubah menjadi ion Na dan ion Cl. ”Jadi, ion yang terkandung dalam sayur lodeh dengan ion dalam isotonik itu sama saja,” tutur Fransiska. Karena berisi garam, isotonik tidak boleh diminum sembarangan. Apabila berlebihan, kadar garam dalam tubuh akan menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi.
”Bila sudah kena hipertensi, tinggal menunggu saja bagian tubuh mana yang jebol duluan,” kata Fransiska. Dari makanan Apabila tubuh kita berkeringat, natrium dan klorida yang terkandung dalam cairan tubuh ikut keluar melalui pori-pori kulit. Jika kedua zat itu tidak digantikan, sel-sel tubuh kita lama-lama akan rusak dan mati.
Persoalannya, dari manakah zat natrium dan klorida itu diperoleh? Apakah harus dari minuman isotonik? Jawabannya, tidak. Menurut Fransiska, makanan yang kita konsumsi sehari-hari sudah cukup untuk menggantikan natrium dan klorida yang keluar bersama keringat. ”Setiap kali masak, kita selalu menggunakan garam. Itu sudah cukup untuk mengganti garam yang keluar dari tubuh. Bahkan berlebih,” papar Fransiska. Ia mengingatkan, dalam kondisi normal, tubuh orang dewasa hanya memerlukan 2,3 gram natrium per hari, sedangkan klorida hanya 50-100 mg.
Pada anak-anak, kebutuhan dua zat itu lebih sedikit dibandingkan dengan orang dewasa. Apabila kita memasak tanpa garam, kebutuhan natrium dan klorida juga sudah bisa dipenuhi dari bahan makanan. Ia mencontohkan, 1 ons daging merah mengandung 70 mg natrium, sementara setiap 10 ons nasi mengandung 10 mg natrium. Bahan makanan lain, seperti telur, daging ayam, kacang-kacangan, buah, dan sayur, juga mengandung natrium. ”Karena itu, pada kondisi normal, kita tidak perlu lagi mengganti cairan tubuh dengan isotonik,” kata Fransiska.
Fransiska mengingatkan, isotonik lebih cocok dikonsumsi atlet yang menggeluti olahraga berat. Pada atlet olahraga berat, kebutuhan sodium memang lebih tinggi dari orang biasa, yaitu 5-7 gram per hari. Meski begitu, sebaiknya dihitung lebih dulu apakah natrium dan klorida yang dibutuhkan atlet bersangkutan sudah cukup didapat dari makanan yang dikonsumsi. Bila masih kurang, boleh saja ditambah dengan isotonik.
Di negara maju, kata Fransiska, ada lembaga yang meneliti dan menghitung berapa jumlah natrium pada makanan yang dikonsumsi atlet. Hasilnya, menu makanan yang dihidangkan tiga kali sehari itu sudah mengandung 6 gram natrium. Mengecoh. Meski isotonik tidak boleh dikonsumsi sembarangan, beberapa iklan produk isotonik justru memakai model orang biasa (bukan atlet) sebagai konsumen isotonik.
Minuman isotonik itu juga ditenggak pada kondisi biasa saja, seperti terjebak macet yang tidak selalu identik dengan keluarnya ion-ion tubuh secara berlebihan. Bahkan disebutkan, tanpa menyebut kondisinya, isotonik lebih baik dari air biasa. Menurut Fransiska, iklan semacam itu sangat menyesatkan masyarakat. Produsen boleh saja menarik pembeli dengan iklan yang kreatif, tetapi dalam iklan juga harus dicantumkan informasi yang jelas, bukan informasi menyesatkan. Produsen seharusnya juga mencantumkan peringatan minuman itu mengandung garam. Agar konsumen bisa mengambil keputusan terbaik, harus disebutkan pula berapa jumlah garam yang dibutuhkan manusia per harinya. ”Memang produsen akan ribut. Kalau label itu diberlakukan, produk mereka tidak akan laku. Meski demikian, jangan karena kepentingan ekonomi, kesehatan masyarakat dipertaruhkan,” kata Fransiska.
Jadi, meski kelihatannya menyegarkan, hati-hati bila ingin mengonsumsi isotonik.
Minggu, 12 April 2009
Shisha Lebih Berbahaya Ketimbang Rokok
Shisha Lebih Berbahaya Ketimbang Rokok Rabu, 31/10/2007 PARIS(SINDO) – Penggemar shisha kini harus lebih berhati-hati.Sebab, shisha ternyata lebih merusak dan lebih berbahaya dari rokok.
Hasil penelitian dari peneliti Laboratorium Nasional Prancis yang dipublikasikan Agen Anti Tembakau Prancis (OFT) menemukan bahwa menghisap shisha sama dengan menghisap karbon monoksida dari 15–52 rokok.Itu artinya sama dengan menghisap tar dari 27–102 batang rokok. OFT juga menyatakan bahwa shisha merupakan sumber utama polusi udara dalam gedung atau area tertutup.Presiden OFT, Bertrand Dautzenberg mengatakan,jika dibandingkan dengan data asap rokok biasa, seorang penghisap shisha sama menimbulkan polusi dengan sekitar 70 penghisap rokok biasa.
Tes ini dikembangkan oleh Laboratoire National d'Essais (LNE) pada tiga bentuk.Yakni shisha dengan yang digunakan dalam karbon yang menyala sendiri dalam skala kecil,besar,dan karbon alam shisha dalam volume kecil. Laboratorium ini menggunakan tiga parameter yang diukur dengan menganalisis asap pada satu pak rokok, terkait dengan kadar tar, nikotin,dan karbon monoksida. Untuk 70 liter (16 galon) asap yang diproduksi shisha,untuk tipe karbon yang menyala sendiri dalam skala kecil, menghasilkan kadar tar 319 miligram, yang merupakan 32 kali ukuran batas asap rokok di Eropa.
Sementara untuk tipe yang besar menghasilkan kadar tar mencapai 266 miligram atau 27 kali di atas ambang batas.Sedangkan shisha tipe karbon alam memiliki kadar tar 1.023 miligram atau 102 kali di atas ambang batas asap rokok. Pengukuran karbon monoksida pun menunjukkan angka yang buruk. Tes menunjukkan bahwa ukuran karbon monoksida dari tiga tipe shisha yang diuji mencapai 17 kali, 15 kali, dan 52 kali dari batas.Shisha tipe kecil dan besar untuk ukuran nikotin sama dengan 1 batang rokok per shisha,sementara shisha tipe karbon alam kandungan nikotinnya setara dengan merokok 6 batang rokok biasa.
Bar-bar penyedia pipa hookah di Prancis pun sedang bersiap atas pelarangan merokok di kafe-kafe yang akan mulai diberlakukan pada 1 Januari mendatang. Padahal, kedai teh yang menawarkan pipa air gaya oriental, yang digunakan untuk merokok dengan kandungan buah-buahan herbal dan tembakau, telah demikian populer di Prancis semenjak tahun 2000 sebagai sebuah tren. Sebelumnya, mengisap shisha merupakan tradisi masyarakat Afrika Utara dan sekitarnya. Berdasarkan data the Union of Hookah-Pipe Professionals (UPN), di Prancis ada sekitar 200 bar,setengahnya berada di Paris,memiliki satu juta pelanggan per tahun. Dari negeri asalnya pun, shisha sudah mulai dilarang untuk dikonsumsi di tempattempat publik.
Kafe- kafe penyedia shisha di wilayah Uni Emirat Arab (UAE) sudah tidak lagi mendapatkan kepopulerannya atas kebijakan ini. Menurut Kepala Komite Nasional Kontrol Terhadap Tembakau UAE Dr Wedad Al Maidour, sisha dilarang dikonsumsi di tempat publik sehingga hanya boleh dikonsumsi di rumah masing-masing penggemar shisha.Menteri Kesehatan Dubai menyampaikan proposal draf hukum antimerokok, dalam diskusi dengan menteri hukum, yang di dalamnya termasuk pelarangan merokok shisha di luar ruangan seperti di kafe dan restoran dan hanya diizinkan dilakukan di rumah. Meskipun pelarangan ini memberikan manfaat kesehatan dan menghemat kantong warga dalam mengonsumsi shisha,namun kebijakan ini masih mendapatkan penolakan dari penggemar shisha.
Hasil penelitian dari peneliti Laboratorium Nasional Prancis yang dipublikasikan Agen Anti Tembakau Prancis (OFT) menemukan bahwa menghisap shisha sama dengan menghisap karbon monoksida dari 15–52 rokok.Itu artinya sama dengan menghisap tar dari 27–102 batang rokok. OFT juga menyatakan bahwa shisha merupakan sumber utama polusi udara dalam gedung atau area tertutup.Presiden OFT, Bertrand Dautzenberg mengatakan,jika dibandingkan dengan data asap rokok biasa, seorang penghisap shisha sama menimbulkan polusi dengan sekitar 70 penghisap rokok biasa.
Tes ini dikembangkan oleh Laboratoire National d'Essais (LNE) pada tiga bentuk.Yakni shisha dengan yang digunakan dalam karbon yang menyala sendiri dalam skala kecil,besar,dan karbon alam shisha dalam volume kecil. Laboratorium ini menggunakan tiga parameter yang diukur dengan menganalisis asap pada satu pak rokok, terkait dengan kadar tar, nikotin,dan karbon monoksida. Untuk 70 liter (16 galon) asap yang diproduksi shisha,untuk tipe karbon yang menyala sendiri dalam skala kecil, menghasilkan kadar tar 319 miligram, yang merupakan 32 kali ukuran batas asap rokok di Eropa.
Sementara untuk tipe yang besar menghasilkan kadar tar mencapai 266 miligram atau 27 kali di atas ambang batas.Sedangkan shisha tipe karbon alam memiliki kadar tar 1.023 miligram atau 102 kali di atas ambang batas asap rokok. Pengukuran karbon monoksida pun menunjukkan angka yang buruk. Tes menunjukkan bahwa ukuran karbon monoksida dari tiga tipe shisha yang diuji mencapai 17 kali, 15 kali, dan 52 kali dari batas.Shisha tipe kecil dan besar untuk ukuran nikotin sama dengan 1 batang rokok per shisha,sementara shisha tipe karbon alam kandungan nikotinnya setara dengan merokok 6 batang rokok biasa.
Bar-bar penyedia pipa hookah di Prancis pun sedang bersiap atas pelarangan merokok di kafe-kafe yang akan mulai diberlakukan pada 1 Januari mendatang. Padahal, kedai teh yang menawarkan pipa air gaya oriental, yang digunakan untuk merokok dengan kandungan buah-buahan herbal dan tembakau, telah demikian populer di Prancis semenjak tahun 2000 sebagai sebuah tren. Sebelumnya, mengisap shisha merupakan tradisi masyarakat Afrika Utara dan sekitarnya. Berdasarkan data the Union of Hookah-Pipe Professionals (UPN), di Prancis ada sekitar 200 bar,setengahnya berada di Paris,memiliki satu juta pelanggan per tahun. Dari negeri asalnya pun, shisha sudah mulai dilarang untuk dikonsumsi di tempattempat publik.
Kafe- kafe penyedia shisha di wilayah Uni Emirat Arab (UAE) sudah tidak lagi mendapatkan kepopulerannya atas kebijakan ini. Menurut Kepala Komite Nasional Kontrol Terhadap Tembakau UAE Dr Wedad Al Maidour, sisha dilarang dikonsumsi di tempat publik sehingga hanya boleh dikonsumsi di rumah masing-masing penggemar shisha.Menteri Kesehatan Dubai menyampaikan proposal draf hukum antimerokok, dalam diskusi dengan menteri hukum, yang di dalamnya termasuk pelarangan merokok shisha di luar ruangan seperti di kafe dan restoran dan hanya diizinkan dilakukan di rumah. Meskipun pelarangan ini memberikan manfaat kesehatan dan menghemat kantong warga dalam mengonsumsi shisha,namun kebijakan ini masih mendapatkan penolakan dari penggemar shisha.
Langganan:
Postingan (Atom)
